Ibnu Jauzi meriwatkan dan  Ibnu Qudamah Al Maqdisi juga meriwayatkan dalam kitabnya At Tawwabun, meriwayatkan kisah berikut:

Sebuah keluarga terdiri suami, istri dan beberapa anak perempuan. Silsilah keluarga ini tersambung kepada Baginda Nabi Muhammad shollallahualaihi wasallam. Nasab keluarga ini terhubung dengan Sayidina Ali Karomallahu Wajhah.

Keluarga ini awalnya tinggal di kota Balkn. Di dekat kota Samarkand. Sang kepala keluarga sakit hingga akhirnya ia wafat,  yang tersisa dari keluarga ini hanya ibu dan beberapa putrinya

Sang ibu lantas mengalami kesulitan ekonomi yang begitu parah. Keluarga ini menghadapi kefakiran yang mencekik.

Apa yang harus ia lakukan?

Ia merasa berat jika harus meminta-minta di kota yang mana dia dan suaminya sudah dikenal disana. Sungguh berat baginya untuk menampakkan diri.

Si Ibu lantas membawa pergi semua putrinya ke sebuah desa di pinggiran kota Samarkand. Ia memutuskan untuk pergi ke tempat yang disana tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Agar dia bisa mendapat rezqi dengan berbagai cara, bekerja atau bahkan mungkin meminta-minta.

Dalam perjalananya Si Ibu melihat ada masjid yang terbuka, lantas ia memasukkan putri putrinya kesana. Ia lantas pergi mencari cara untuk memperoleh rezqi

Ia lantas masuk ke pasar desa. Ia lalu melihat seseorang laki-laki yang dikerubungi banyak orang. Ia bertanya “siapa orang itu”? Ia lantas tahu bahwa laki-laki itu adalah seorang pemuka agama di desa itu.

Si Ibu kemudian tertarik untuk menjumpainya. Dia lantas mendatanginya. Ia berkata pada orang itu. Ia berbicara dengan lirih, agar tidak ada orang yang mendengarnya

Ia memberi tahu orang itu tentang dirinya.

Ia berkata “Saya keturunan Rasulullah” .

“Garis nasabku tersambung kepada Sayyidina Ali”

“Nasabku adalah Alawi” (tersambung ke Sayyida Ali)

“Kami sedang mengalami kesulitan ekonomi”

“Kondisi kami memprihatinkan

Orang itu balik bertanya, “apakah kamu memiliki bukti bahwa kamu keturunan Sayyidina Ali”?…… “kamu punya bukti?

Perempuan tersebut menjawab, “tidak seorangpun di desa ini yang mengenalku”……“Aku tidak bisa menunjukkan bukti apapun”

Pemuka agama desa itu pergi berpaling dan meninggalkannya.

Perempuan itu lantas merasa kecewa dan memutuskan untuk pergi dari pemuka agama itu

Setelah itu perempuan ini melihat seorang laki-laki. Penampilannya menunjukkan bahwa dia orang yang kaya. Ia lalu menanyakan siapa laki-laki tersebut?

“Laki-laki itu adalah seorang kaya yang beragama Majusi” (penyembah api) jawab penduduk desa itu

Allah menuntun hati si Ibu untuk mendatangi laki-laki itu

Perempuan itu menyapanya, lalu berkata seperti yang ia katakana pada pemuka agama desa tersebut yang beragama Islam.

Si Ibu berkata “saya adalah keturunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.  Garis nasabku terhubung ke Sayyidina Ali.

Nasabku Alawi. Aku tingalkan anak anak perempuan ku di masjid. Mereka sedang kelaparan.

“Apakah saya bisa mendapat makanan atau apapun” kata si Ibu

Laki laki Majusi itu langsung menyuruh pembantunya mendatangi putri putri perempuan itu dan ia juga menyuruh untuk memindahkan mereka ke rumahnya.

Sang pembantu tersebut langsung berangkat ke tempat putri putrinya berada dan ia memindahkan mereka semua

Si ibu dan putri-putrinya kemudian menuju ke rumah laki laki Majusi tersebut.

Perempuan itu berkata, “kami masuk kerumahnya dan ia menyambut kami dengan terhormat”

Ia perlakukan putri-putriku dengan penuh hormat, ia beri mereka pakaian terbaik

Adapun pemuka agama Islam di desa tersebut yang sebelumnya meminta bukti dari perempuan tersebut bahwa garis nasabnya terhubung dengan Sayyidan Ali, Pada malam harinya ia tidur. Dalam mimpi ia melihat kiamat sedang terjadi

Seluruh ummat manusia berdesak desakan, ia melihat Baginda dari jauh dan orang-orang meminta syaafaat kepada Beliau.

Laki-laki itu pun ikut berdesak desakan hingga ia sampai kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam

Ia berkata “wahai baginda Rasulullah” . “Saya seorang muslim bagian dari ummatmu dan kondiku seperti yang kau lihat”

Lantas Rasulullah berkata apakah kamu punya bukti?

Orang itu bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan Baginda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.

Baginda bertanya lagi, “apakah kamu punya bukti untuk yang kamu katakan”.

Laki-laki itu pun terbangun.

Saat ia bangun, ia tau apa arti dari mimpinya itu

Dan ia tahu apa yangg membuat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam berpaling darinya.

Perhatikan para pembaca sekalian kisah ini benar terjadi,

Kisah ini diriwayatkan ibnu qudamah dalam kitabnya dan oleh ibnu jauzi dalam jalur riwayatnya

Pemuka agama itu lantas berusahan mencari keluarga yang baru datang kemarin ke desa tersebut , ia terus mencari. Hingga ia akhirnya tahu bahwa keluarga itu berada di rumah seorang Majusi.

Ia ketuk rumahnya

Orang Majusi itu keluar

Ia bertanya “mana perempuan yang nasabnya tersambung ke Sayyidana Ali?”

Si Majusi menjawab, “dia ada di rumahku”

 “Berikan ia kepadaku!” ujarnya.

Orang Majusi itu menjawab “tidak bisa”

“Aku akan memberimu 1000 dinar, jika memberikan perempuan ini dan putri-putrinya” ujarnya

“Tidak bisa jawab si Majusi tadi”

Orang it terus memaksa

“Tak usah memaksakan diri” kata si Majusi

“Tak usah membuktikan bahwa kamu adalah seorang muslim” lanjutnya

“Mimpi yang kamu lihat aku juga melihatnya”

“Perempuan penuh berkah ini telah berada di rumahku”

“Rumahku lalu menjadi penuh berkah”

“Sebelum malam tiba kami telah memeluk Islam”

“Beriman pada Allah Subhanahuwata’ala”

“Kamu tidak bisa membawa perempuan ini”

“Nikmat yang kamu harap akan kamu dapatkan , itu adalah milikku”.

Pembaca yang Budiman…

Bagaimana orang itu mendapat hidayah?

Apa rahasia di balik hidayah ini?

Sebab dari hidayah yang  ia dapatkan adalah karena rasa kasih sayangnya sesama manusia

Dia awalnya memang seorang Majusi yang tidak beriman selain pada api yang ia sembah.

Tapi rasa kasih sayang sesama manusia adalah salah satu pintu hidayah dari Allah

Orang yang mengasihi maka ia akan dirahmati oleh Allah,

Dan siapapun yang tidak memiliki kasih sayang, maka ia tidak akan dirahmati

(Ditulis dari ceramah, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi rahimahullahuta’ala, pada channel youtube: HSR Official)

keterangan : 1000 dinar kurang lebih Rp 4 milyar kurs sekarang

Leave a Comment