Apa hukum sholat sunnat isyroq dan kapan melaksanakannya?
Sholat sunnat isyroq ini hukumnya sunnat. Sholat sunnat ini bermacam macam. Ada sholat sunnat yang dilaksanakan berdasarkan sebab dan ada sholat sunnat yang dilaksanakan berdasarkan waktu, serta ada juga  sholat sunnat yang dilaksanakan tidak berdasarkan  sebab dan waktu
Sholat Isyroq adalah sholat sunnat yang dilaksanakan berdasarkan waktu dan tidak disunnatkan berjamaah. Tapi bila dilaksanakan berjamaah juga tak mengapa.
Isyroq secara bahasa maknanya terbit matahari.
Adapun sholat isyroq dilihat dari makna syar’i atau bahasa agamanya adalah sholat sunnat yang dilaksanakan ketika matahari setinggi tombak.
Lalu pertanyaannya adalah, apa yang dimaksud setinggi tombak tersebut?
Satu tombak itu berapa ukuran derajatnya dari kaki langit?
Ahli astronomi/ilmu falaq menyatakan 1 tombak sama dengan 4, 5 derajat
Pertanyaan berikutnya berapa 4, 5 derajat itu kalau dikonversikan kedalam menit?
Para ahli astronomi/ilmu falaq menyatakan 1 derajat itu sama dengan 4 menit
Sehingga 4,5 derajat x 4 menit = 18 menit
Jadi sholat sunnat isyroq adalah sholat sunnat yang dilaksanakan setelah matahari terbit (syuruq/tulu’) ditambah 18 menit
K.H. Fakhruddin Al Bantani (Pengasuh Ponpes Ghautsul ‘Ibaad)
Misalnya waktu syuruq/tulu’ di wilayah Kalimantan Selatan pada tanggal 27 Mei 2023 adalah jam 06:19 Wita, maka waktu syuruq 06:19 ditambah 18 menit sehingga jam 06:37 baru boleh mengerjakan sholat isyroq. Bila pada tanggal 27 Mei 2023 mengerjakan sebelum jam 06.37 maka haram hukumnya sholat. Waktu haram pertama habis mengerjakan sholat subuh sampai matahari terbit, yang kedua sesudah terbit sampai matahari naik setombak.
Sehingga saat kalender sholat digital masjid berbunyi nit..nit..nit yang menunjukkan tibanya waktu isyroq/syuruq/tulu’, kita jangan terburu-buru untuk langsung sholat!, tapi tunggu 18 menit lagi dari waktu isyroq/syuruq/tulu’ yang tertera di running text kalender sholat digital mesjid.
Lalu apa gunanya running text tulian syuruq/tulu’ pada kalender digital masjid tersebut. Apa tujuan ulama menulis waktu isyroq/syuruq/tulu’ itu?
Tujuannya adalah untuk memberi tahu kita batas akhir sholat subuh. Kapan qodoan kapan ‘adaan. Cash apa ngutang , maka lihat waktu syuruq.
Kalau sholat selain subuh mudah memastikan kapan berakhir waktunya, misalnya:
Zuhur berakhir waktunya saat masuk waktu ashar
Ashar berakhir waktunya saat masuk waktu magrib
Magrib berakhir waktunya saat masuk waktu isya
Isya berakhir waktunya saat masuk waktu subuh
Tapi untuk sholat subuh berakhirnya waktu subuh tidak saat masuk waktu zuhur, tetapi saat masuk waktu syuruq/tulu’
Jadi kapan mulai masuk waktu sholat sunnat isyroq? Jawabnya adalah saat waktu terbit (isyroq) ditambah 18 menit.
Bila kita bingung karena tak punya kalender sholat atau jadwal sholat. Ada cara mudah dan praktis yang bisa digunakan untuk sepanjang tahun tanpa perlu melihat kalender sholat. Sholatlah isyroq di jam 06.45 Wita (untuk wilayah Kalsel). Karena di kalender sholat sepanjang masa wilayah Kalimantan Selatan, waktu isyroq yang paling mulur adalah jam 06.26 Wita, jika kita tambahakan 18 menit adalah jam 06:44 Wita. Jadi Insya Allah untuk muslim Kalsel yang tak mau susah melihat lihat kalender sholat maka sholatlah sholat sunnat isyroq di jam 06:45 Wita. Insya Allah sudah terhindah dari waktu yang diharamkan untuk sholat
Mengingat besarnya ganjaran sholat isyroq yaitu seperti pahala haji dan umroh, maka di anjurkan agar kita mengambil kehati-hatian saat dalam pelaksanaannya. Agar ibadah kita diterima Allah Subhanahuwata’ala. Karena salah satu syarat sah sholat adalah telah memasuki waktu sholat dan kita juga diperintah untuk menghindari waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat.
Disarikan dari materi ceramah K.H. Fakhruddin Al Bantani (Pengasuh Ponpes Ghautsul ‘Ibaad)
