Salah satu mukzizat Al Qur’an adalah bahwa Kitab ini terjaga hingga hari kiamat dari pemalsuan. Allah yang menurunkan dan Allah pula yang memelihara melalui insan-insan yang dipilihNya. Di masa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam , beliau selalu menumbuhkan kecintaan yang dalam kepada Al-Qur’an di qolbu para sahabat. Mari kita telaah, tujuh orang sahabat yang terkenal sebagai penghafal al-Qur’an di zaman Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam.
1. Utsman Bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu
Usman Bin Affan mendapatkan gelar Dzunnurain yang artinya pemilik dua cahaya karena ia menikahi dua putri Rasulullah, beliau dikenal sebagai sahabat Rasul Shollallahu Alaihi Wassalam yang dermawan. Beliau selalu memberikan hartanya untuk perjuangan Dinul Islam. Sifatnya lembut dan hatinya selalu menempel dengan Al-Qur’an. Dimasa kekhalifaannya beliau berhasil menghimpun Al Qur’an dalam satu mushaf dan menyebarkannya pada beberapa kota. Selain itu Utsman radhiyallahu ‘anhu juga mampu menyatukan Al Qur’an yang tujuh jenis huruf atau dialek sehingga terhindarlah malapetaka dan fitnah perpecahan umat.
2. Ali Bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah
Ali Bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah adalah seorang penghafal Al Qur’an yang kuat dan termasuk diantara orang yang pertama kali mendapat hidayah islam. Abu Abdurrahman as-Sulmi berkata “aku tidak pernah melihat seorang yang lebih pandai dalam al-Qur’an daripada Ali”. Kehidupan Sepupu sekaligus menantu Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam ini selalu diwarnai dengan al-Qur’an. Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata tentang dirinya dan karunia Allah kepadanya “Demi Allah tidak satupun ayat yang diturunkan kecuali aku telah mengetahui tentang apa dan dimana diturunkan. Sesungguhnya Allah telah memberikan kecerdasan hati dan lidah yang fasih”.
3. Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu
Abu Musa radhiyallahu ‘anhu diberikan Allah Subhanahuwata’ala berupa keindahan suara. Bacaan Qur’annya yang sangat merdu mampu merasuk ke tirai-tirai hati kaum muslimin yang mendengarkan. Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam pun pernah memuji suaranya yang merdu itu “Ia (Abu Musa) benar-benar telah diberi seruling Nabi Daud”, begitu kata Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. Sampai-sampai banyak para sahabat yang menanti-nanti Abu Musa radhiyallahu ‘anhu untuk menjadi imam pada setiap kesempatan sholat.
4. Abu Darda Radhiyallahu ‘Anhu
Abu Darda radhiyallahu ‘anhu merupakan sahabat yang Hafidzh Qur’an dan bijaksana. Beliau termasuk orang yang mengumpulkan Al Qur’an dan menjadi sumber bagi para pembaca di Damaskus pada masa khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau memiliki kedudukan yang tinggi dalam hal ilmu dan amal dari para sahabat radhiyallahuanhum yang lainnya. Selama hidupnya beliau mengajarkan kepada umat apa yang di pelajari dari Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. Beliau adalah guru yang selalu dinanti-nanti murid-muridnya.
Dalam pengakuan Suwaid bin Abdul Aziz dikatakan jika Abu Darda radhiyallahu ‘anhu sholat di masjid Damaskus ribuan manusia mengelilinginya untuk mempelajari Al Qur’an. Beliau membagi membagi muridnya tiap satu kelompok dengan sepuluh orang dan dipilih satu orang ketua. Beliau kemudian mengawasinya dari mihrab. Jika ada yang salah mereka kembali kepada ketuanya. Jika ketua yang salah maka ketua tersebut menghadap Abu Darda untuk bertanya. Jumlah penghafal Al Qur’an dalam majlis Abu Darda mencapai 1.600 orang. Beliau wafat tahun 32 hijriah pada masa khalifah Utsman di Syam. Beliau telah meriwayatkan 179 hadits.
5. Zaid Bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu
Merupakan sahabat dari kalangan Anshar yang cerdas, penulis, penghafal dan mengusai ilmu. Beliau memiliki pengusaan ilmu Al Qur’an dan faraid yang bagus. Beliau juga mampu mempelajari kitab yahudi dalam waktu yang relative singkat atas permintaan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. Selain itu Zaid radhiyallahu ‘anhu juga dikenal sebagai sekretaris kepercayaan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam dalam menerima wahyu. Apabila Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam menerima wahyu Zaid radhiyallahu ‘anhu selalu dipanggil untuk menulisnya.
Zaid radhiyallahu ‘anhu adalah sebagai penghimpun al-Qur’an dan menguasai informasi tentang Al Qur’an. Jasa Zaid radhiyallahu ‘anhu dalam upaya kodifikasi Al Qur’an sangatlah mulia. Tiada yang mampu menandinginya dalam menulis Kalamullah. Zaid radhiyallahu ‘anhu wafat tahun 45 hijriah. Kepergiannya ditangisi seluruh penduduk Madinah. Banyak orang yang merasa kehilangan, diantaranya Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang berkata “hari ini telah pergi seorang ulama besar dan tokoh cendekia”
6. Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu
Dia memiliki nama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Abdirrahman al-Hadzali al-Maki al-Muhajiri (radhiyallahu ‘anhu). Beliau merupakan salah seorang penghimpun Al Qur’an di masa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam dan membacakan dihadapannya. Beliau pernah berkata “Aku telah menghafal dari mulut Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam tujuh puluh surat”
Abdullah radhiyallahu ‘anhu selalu mengikuti Rasulullah saw sejak usia belia. Pendengarannya selalu dihiasi dengan ayat-ayat Al Qur’an sejak turun kepada Rasulullah saw. Perannya dalam memelihara Al Qur’an tidak diragukan lagi. Ia hidup bersama dan untuk al-Qur’an. Abdullah radhiyallahu ‘anhu menjadi ulama yang paling tahu tentang Al Qur’an. Tak heran jika Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam memujinya dan mengajurkan para sahabat dan orang setelahnya untuk mempelajari kandungan Al Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu wafat pada tahun 32 hijriyah dalam usia 65 tahun di Madinah dan telah meriwayatkan 840 hadits.
7. Ubai Bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu
Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu hidup dalam naungan Al Qur’an. Beliau selalu menyempatkan diri membaca Al Qur’an siang malam dan khatam dalam delapan malam. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata “Qari paling baik diantara kami adalah Ubai, barang siapa yang hendak menanyakan tentang Al Qur’an datanglah ke Ubai”.
Ubai radhiyallahu ‘anhu telah menjadikan al-Qur’an sebagai sumber kebaikan dalam ucapan serta perbuatannya. Beliau selalu menasehati orang-orang untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam setiap perbuatan. Ubai radhiyallahu ‘anhu termasuk sekretaris Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam sebelum Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu . Ia bersama Zaid radhiyallahu ‘anhuma adalah sahabat yang paling tekun menulis wahyu dan menulis banyak surat. Keduanya menulis wahyu dalam pengawasan Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam. Ubai radhiyallahu ‘anhu wafat di Madinah tahun 20 hijriah. Di hari wafatnya Umar radhiyallahu ‘anhu berkata “hari ini telah meninggal seorang tokoh islam, semoga Allah meridhainya”. (sumber : dompetdhuafa.org)
Itulah kisah mulia para sahabat penghafal Qur’an. Mereka semua adalah orang-orang yang dipilih Allah untuk menjaga Al Qur’an dengan lisannya. Semoga kisah ini menginsipiasi kita untuk meneladaninya. SMP dan SMA Tahfizh Terpadu El Qudwah adalah sekolah yang memadukan pelajaran Tahfizhul Qur’an, ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan. Buat langkah kecil memasukkan sanak saudara di SMP dan SMA Tahfizh Terpadu El Qudwah. Semoga kita semua mendapat taufiq, hidayah, ma’unah dan inayah dari Alllah untuk dapat meneladani para sahabat radhiyaallahuanhum dan ulama-ulama dalam menjaga dan mengamalkan Al Qur’an…aamiin…
